Tantangan Pembangkit Listrik Indonesia di Dunia Ketiga

Berdiri di atas kaki sendiri alias Berdikari, merupakan idiom masyhur yang ada di Indonesia. PLTA Batang Toru yang termasuk dalam proyek strategis nasional menjadikan Indonesia memiliki pasokan listriknya sendiri tanpa bergantung kepada negara dunia.

Negara dunia ketiga merupakan istilah yang dinisbatkan kepada negara-negara dengan pertumbuhan laju ekonomi menengah atau yang biasa disebut negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu dari Negara Dunia Ketiga, dimana Indonesia sendiri termasuk dalam klasifikasi Negara menengah atas pada tahun 2022 lalu.

“Energi Baru Terbarukan, selalu mendapat masalah dari negara yang tidak mendapatkan keuntungan. Hilang market dunia kalau Indonesia maju” jelas Indra selaku Project Management PLTA Batang Toru. 270 juta penduduk Indonesia merupakan pasar yang sangat besar di dunia, dapat dibayangkan seberapa merugi negara maju yang menjual energi kepada Indonesia, mereka kehilangan pasar yang sangat besar. Indra menambahkan “percaya atau tidak, Indonesia akan mendapatkan serangan dari negara maju.”

PLTA Batang Toru yang menjadi salah satu tonggak dalam mewujudkan Indonesia berdikari tentu saja mendapatkan beberapa tantangan, sudah menjadi hal yang manusiawi, dimana manusia iri dengan manusia lain, namun dalam ruang linkup internasional, isu ini menjadi isu antar negara.

Mengapa negara maju tidak ingin negara berkembang seperti Indonesia maju, tentu saja disebabkan dampak dari negara berkembang yang berubah menjadi negara maju, akan melahirkan negara berkembang baru, dimana negara berkembang tersebut berasal dari negara maju yang kehilangan pasarnya dalam raung lingkup global.

Negara dunia ketiga yang ingin mandiri akan mendapatkan tantangan tentunya, seperti yang terjadi pada Uganda, walaupun berbeda konteks, namun karena bersinggungan dengan elite global, maka secara langsung World Bank/Bank Dunia memberhentikan pinjaman kepada Uganda.

Uganda yang berada di posisi negara berkembang sangatlah membutuhkan bantuan eksternal, sama halnya dengan Indonesia, apabila Indonesia melakukan sesuatu yang menyinggung elite global, bukan tidak mungkin pendanaan dari World Bank menjadi tidak memungkinkan.

PLTA Batang Toru sudah membuktikan hal tersebut, pendanaan yang awalnya akan didanai oleh Bank Dunia, namun Bank Dunia mencabut kembali pendanaan tersebut dikarenakan tidak memenuhi Environmental and Social Impact Assessment (ESIA), maka rencana pendanaan dari Bank Dunia dicabut.

Dengan jumlah Energi Listrik masif yang dihasilkan melalui konsep Energi Baru Terbarukan (EBT), PLTA Batang Toru dalam mewujudkan Indonesia Berdikari, mendapatkan beberapa tantangan. Berbicara tentang tantangan, tak lepas dari pendanaan PLTA Batang Toru itu sendiri.

Pembangunan PLTA Batang Toru dimulai sejak 2017 dengan kontrak perjanjian PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), akan rampung pada tahun 2026. Namun dengan target mengejar bauran energi yang diatur Pemerintah pada pasal 9 f, Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang berbunyi “pada tahun 2025 peran energi baru dan energi terbarukan paling sedikit 23%”, PT North Sumatra Hydro Energy ingin mempercepat pembangunan dan menargetkan rampung pada tahun 2025 mendatang.

“PLTA Batangtoru mendapatkan pendanaan sebanyak 75% dari luar dan 25% pendanaan dari dalam negeri” jelas Indra. Pendanaan dari luar didapatkan dari sindikat bank-bank yang ada di Cina yang tidak memiliki afiliasi dengan World Bank.

Tantangan Indonesia menjadi negara maju tentu tidak semudah membalikkan tangan, tantangan akan datang silih berganti seperti yang dikatakan oleh Indra diatas. Indonesia hanya perlu mempersiapkan tantangan yang datang dari negara-negara maju dengan baik, salah satunya dengan cara memperkuat sirkulasi ekonomi negara sendiri.

Soekarno pernah berkata “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak”. Semoga Indonesia dapat menjadi negara yang Berdikari kedepannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Aku Memiliki Kesadaran?

AKU JALAN DAN KEPUASAN